Bangun Harapan Warga Binaan lewat Pendidikan Kesetaraan, Lapas Pemuda Madiun Gelar Program Kejar Paket B
Lapas Pemuda Madiun Gelar Program
Kejar Paket B
Madiun,
– KABARNYA.com
Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun kembali menunjukkan komitmennya
dalam meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan, kali ini melalui
program pendidikan kesetaraan bagi Warga Binaan, Kamis (21/5).
Pelaksanaan
program ini juga mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
Tahun 2026, khususnya pada bidang pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan
anak binaan, sebagai upaya memberikan kesempatan kedua bagi Warga Binaan untuk
melanjutkan pendidikan formal.
Kepala
Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Setyawan Nugroho Endiyanto,
menyampaikan bahwa program pendidikan kesetaraan ini merupakan bagian penting
dari pembinaan kepribadian di Lapas Pemuda Madiun.
“Program
ini kami laksanakan untuk memberikan kesempatan kepada Warga Binaan agar tetap
dapat melanjutkan pendidikan meskipun sedang menjalani masa pidana. Harapannya,
setelah bebas nanti mereka memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang
lebih baik,” ujar Endiyanto.
Program
kejar Paket B ini diikuti oleh 14 Warga Binaan dengan agenda kegiatan berupa
sosialisasi jadwal pembelajaran, melengkapi syarat administrasi seperti ijazah
sebelumnya, penunjukan perangkat kelas, serta pengenalan mata pelajaran yang
akan diajarkan selama proses pembelajaran berlangsung.
Kegiatan
tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
(PKBM) Al Mustofa Kota Madiun.
Rofiqi
dari PKBM Al Mustofa Kota Madiun menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang
terjalin dengan Lapas Pemuda Madiun dalam mendukung pendidikan bagi Warga
Binaan.
“Kolaborasi
ini merupakan bentuk sinergi nyata dalam memberikan akses pendidikan bagi Warga
Binaan. Kami berharap program ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan
dampak positif bagi masa depan mereka,” ujar Rofiqi.
Sementara
itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa pendidikan
merupakan salah satu pilar penting dalam proses pembinaan di dalam Lapas.
“Pendidikan
adalah kunci perubahan. Kami berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi
Warga Binaan untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri agar siap
kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” tegas Rudi.
Melalui
program pendidikan kesetaraan ini, diharapkan Warga Binaan dapat memiliki
harapan baru, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperoleh bekal yang
bermanfaat untuk kehidupan setelah menjalani masa pidana. (RED).

Posting Komentar