Dari Limbah Jadi Berkah, Lapas Pemuda Madiun Kembangkan Budidaya Maggot Bernilai Tinggi
Budidaya Maggot oleh Warga Binaan
Lapas Pemuda Madiun
Madiun,
- KABARNYA.com
Lapas
Pemuda Kelas IIA Madiun terus berinovasi dalam program pembinaan kemandirian
bagi Warga Binaan dengan mengembangkan budidaya maggot yang memiliki nilai jual
tinggi.
Program
ini dilaksanakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Pemuda Madiun
sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan
sekaligus produktif, Jum’at (17/04).
Budidaya
maggot ini dijalankan secara mandiri oleh Warga Binaan di bawah pengawasan
petugas Lapas. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini memanfaatkan sampah organik
yang berasal dari dapur serta lingkungan sekitar sebagai pakan alami bagi larva
lalat Black Soldier Fly (BSF).
Metode
ini terbukti efektif dalam mengurai limbah organik dengan cepat, mengurangi
pencemaran lingkungan, serta menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti pakan
ternak.
Program
ini merupakan tindak lanjut dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta 15
Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mendorong
peningkatan kualitas pembinaan kemandirian berbasis produktivitas dan
keberlanjutan.
Kepala
Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pemuda Madiun, Denny Wahyu Kristanto, menyampaikan
program budidaya maggot ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan limbah,
tetapi juga memberikan keterampilan nyata bagi Warga Binaan.
“Melalui
budidaya maggot ini, kami ingin membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang
aplikatif dan bernilai ekonomis. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan
kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan,” ujar
Denny.
Sementara
itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan inovasi ini
merupakan bentuk komitmen Lapas dalam menciptakan pembinaan yang berdampak
positif.
“Program
ini menjadi salah satu wujud nyata pembinaan kemandirian yang tidak hanya
memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga membentuk pola pikir Warga Binaan agar
lebih produktif, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan. Harapannya,
keterampilan ini dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,”
ungkap Rudi.
Dengan
adanya program budidaya maggot ini, Lapas Pemuda Madiun berharap dapat terus
menghadirkan inovasi pembinaan yang adaptif, berkelanjutan, serta memberikan
kontribusi nyata bagi lingkungan dan peningkatan kualitas hidup Warga Binaan.
(RED).

Posting Komentar