Hilirisasi Inovasi Sains Dukung Program MBG Berkelanjutan di Semarang
FGD Hilirisasi Inovasi Sains untuk Program Makan Bergizi Gratis Berkelanjutan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk akademisi,
pemerintah, dan masyarakat.
Hal tersebut dapat dilihat dalam kegiatan FGD Hilirisasi Inovasi
Sains untuk
Program Makan Bergizi Gratis Berkelanjutan
yang digelar di Griya Persada Convention Hotel & Resort Bandungan,
Semarang, Jumat (15/5).
Dalam kesempatannya tersebut, PLT Deputi Direktorat Promosi dan
Kerjasama Badan Gizi Nasional, Gunalan menegaskan bahwa Program MBG bukan
sekadar bantuan makanan, tetapi investasi jangka panjang untuk menciptakan
generasi Indonesia yang unggul.
“MBG bukan sekadar program bantuan
makanan, melainkan investasi jangka panjang negara untuk menciptakan generasi
Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing global,” ujar
Gunalan.
Ia menjelaskan bahwa bonus demografi
2045 hanya dapat dimanfaatkan secara optimal apabila persoalan stunting,
malnutrisi, dan ketimpangan akses pangan mampu ditangani sejak dini.
Menurut Gunalan, secara nasional
Program MBG telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat yang dihasilkan lebih dari
puluhan ribu dapur MBG atau yang biasa disebut dengan Satuan Pelayanan
Pemenuhan Gizi (SPPG).
Program strategis nasional ini tentunya
akan
melibatkan UMKM, koperasi, dan BUMDes serta diproyeksikan mampu menciptakan
lebih jutaan
lapangan kerja baru.
Lebih lanjut, Gunalan juga menyampaikan bahwa Badan
Gizi Nasional saat ini tengah melakukan penyisiran ulang data penerima manfaat
di sejumlah provinsi untuk memastikan ketepatan sasaran program.
Selain itu, kelompok 3B menjadi
prioritas dengan pelaksanaan program enam hari dalam seminggu guna mempercepat
penurunan angka stunting nasional.
Tak hanya itu, ia menekankan pentingnya
keterlibatan dunia akademik dalam mendukung keberlanjutan program MBG. Kedepan,
Badan Gizi Nasional akan menggelar berbagai kegiatan lanjutan seperti diskusi
kampus, kajian akademik, hingga Training of Trainers (ToT) bagi
mahasiswa yang akan melaksanakan KKN.
“Kegiatan ini tidak hanya melibatkan
perguruan tinggi negeri, tetapi juga perguruan tinggi swasta agar kolaborasi
dalam mendukung Program MBG semakin luas,” tambahnya.
Kegiatan FGD yang digelar di
Bandungan Semarang
tersebut diharapkan mampu menghasilkan kontribusi nyata melalui hilirisasi
inovasi sains serta memperkuat sinergi seluruh stakeholder dalam menyukseskan
Program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan di seluruh
Indonesia.
(red).

Posting Komentar